Delineasi Batuan Granit dan Sedimen Daerah Bintan dan Sekitarnya, Kepulauan Riau Berdasarkan Analisis Data Gayaberat

Imam Setiadi, Noorcahyo D. Aryanto, Nazar Nurdin

Abstract


Kepulauan Riau merupakan bagian dari jalur granit utama pembawa mineral dan timah, cebakan atau pengkayaan mineral diperkirakan terakumulasi sebagai endapan plaser Kuarter yang menempati lembah purba. Studi mengenai penyebaran batuan granit dan sedimen berdasarkan analisis data gayaberat di daerah ini belum pernah dilakukan. Pada eksplorasi sumberdaya mineral khususnya timah dan unsur tanah jarang, informasi mengenai keberadaan batuan granit penting dilakukan untuk mengetahui batuan sumber mineral tersebut. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola penyebaran batuan granit dan batuan sedimen yang terdapat pada daerah Pulau Bintan dan sekitarnya. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara melakukan analisis data gayaberat menggunakan analisis spektral dan bandpass filter, serta pemodelan 3D inversi. Hasil analisis spektral menunjukkan ketebalan batuan sedimen rata-rata diperkirakan sebesar 1,25 km, sedangkan hasil aplikasi bandpass filter menggunakan panjang gelombang cutoff dengan batas bawah 10.000 m dan batas atas 30.000 m digunakan untuk menentukan anomali regional dan residual. Hasil analisis kualitatif memperlihatkan bahwa batuan sedimen menempati bagian baratlaut, tenggara dan baratdaya daerah penelitian, sedangkan pola penyebaran batuan granit mempunyai arah relatif baratlaut-tenggara dan utara-selatan sesuai dengan penyebaran kecenderungan regional jalur granit. Hasil pemodelan inversi 3D gayaberat menunjukkan bahwa batuan granit mempunyai nilai rapat massa rata-rata sebesar 2,65 gr/cc dan batuan sedimen mempunyai nilai rapat massa sekitar 2,4 gr/cc. Batuan granit yang muncul berdasarkan model merupakan batolit dan pada bagian atas mengalami pelapukan, batuan granit yang tererosi selanjutnya terdendapkan yang mengisi lembah-lembah sebagai batuan sedimen yang kemungkinan membawa mineral-mineral ekonomis di daerah penelitian


Katakunci:  Batuan granit dan sedimen, gayaberat, bandpass filter, pemodelan 3D, Pulau Bintan, Riau.


Full Text:

PDF

References


El Azzab, D., Ghfir, Y., and Miftah, A., 2018. Geological Interpretation of the Rifian Foreland Gravity Anomalies and 3D Modeling of Their Hercynian Granits (Northeastern Morocco). Journal of African Earth Sciences.

Batchelor, B.C., 1983. Sundaland Tin Plaser Genesis and Late Cainozoic Coastal Stratigraphy in Western Malaysia and Indonesia. Ph.D. Thesis, University of Malaya.

Cobbing, E.J., 1992. The Granit of the South-East Asia Tin Belt. British Geological Survey, London.

Dirk, M.H.J., 2013. Perbedaan Genesa Magma antara Tin Bearing Granitoid Rocks dari Jalur Kepulauan Timah Indonesia dan Tin Barren Granitoid Rocks dari Pulau Bintan. Jurnal Sumberdaya Geologi, 23(2): 81-82.

Fauzi, F.A., Arifin, M.H., Basori, M.B.I., Noh, K.A.M., and Umor, M.R., 2019. Application of Gravity Survey for Tin Exploration at Bongsu Granit, Kulim, Kedah, Malaysia. Sains Malaysiana, 48(11): 2503–2509.

Hall, R., 2009. The Eurasian SE Asian Margin as a Modern Example of an Accretionary Orogen. Geol. Soc. Spec. Publ., 318: 351-372.

Irzon, R., Abidin, H.Z., Sendjaja, P., dan Kurnia, 2017. Kandungan Unsur Tanah Jarang pada Granit Putih Kemerahan dari Daerah Lagoi dan Perbandingan dengan Batuan Sejenis di Tempat Lain. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 18(3): 137-146.

Kusnama, Sutisna, K., Amin, T.C., Koesoemadinata, S., Sukardi dan Hermanto, B., 1994. Peta Geologi Lembar Tanjung Pinang, Sumatera, Skala 1:250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Nainggolan, D.A., Sobari, I., dan Mirnanda, E., 2001. Peta Anomali Bouguer Lembar Tanjung Pinang, Sumatera, Skala 1:250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Pirttijarvi, M., 2008. Gravity Interpretation and Modeling Software Based on 3-D Block Models. User's Guide to Version 1.6b. Department of Physics Sciences. University of Oulu Finlandia.

Setiady, D. dan Faturachman, A., 2004. Tipe Granit Sepanjang Pantai Timur Pulau Batam dan Pantai Barat Pulau Bintan, Perairan Selat Batam Bintan. Jurnal Geologi Kelautan, 2(2): 9-14.

Subrahmanyam, C. and Verma, R.K., 1982. Gravity Interpretation of the Dharwar Greenstone-Gneiss-Granite Terrain in the Southern Indian Shield and Its Geological Implications. Tectonophysics, 84: 225-245 Elsevier Scientific Publishing Company, Amsterdam-Printed in The Netherlands.

Telford, W.M., Geldart, L.P., Sheriff, R.E., and Keys, D.A., 1990. Applied Geophysics. Cambridge University Press, Cambridge.

Topex.ucsd.edu/cgi-bin/get_data.cgi, 2021. Anomali Freeair dan Kedalaman Laut Wilayah Perairan Pulau Bintan dan Sekitarnya. Diakses pada tanggal 3 Januari pukul 13.21 WIB.

Zeng, H., Wan, T., Teyssier, C., Yao, C., and Tikoff, B., 2000. The 3-D Geometry of the Linglong Granitic Complex from 2-D Gravity Forward Modeling, Shandong Province, East China. Geophysics, 65(2): 421-425.




DOI: http://dx.doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v22i3.594

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Imam Setiadi, S.Si.,M.T.

Indexing Site :
Google Scholar ISJD LIPI Portal Garuda IPI

Sinta(Science and Technology Index) Garuda(Garda Rujukan Digital Crossref


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

View JGSM Statistics