GEOLOGI KUARTER DATARAN PANTAI JEPARA, JAWA TENGAH

Authors

  • Ungkap M Lumbanbatu Pusat Survei Geologi
  • Suyatman Hidayat Pusat Survei Geologi
  • Woro Sri Sukapti Pusat Survei Geologi
  • Emma Yan Patriani Pusat Survei Geologi

DOI:

https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v15i1.68

Abstract

Untuk mengetahui dinamika Kuarter di daerah penelitian, urut-urutan lingkungan pengendapan baik secara vertikal dan mendatar perlu dilakukan. Selain itu, untuk menafsirkan proses pengisian cekungan sedimen, korelasi beberapa penampang stratigrafi sangat diperlukan. Pengumpulan data geologi bawah permukaan dilakukan dengan pemboran dangkal menggunakan bor tangan. Sejumlah 52 pemboran telah dilakukan dengan kedalaman maksimum 11,50 m dan total kedalalaman 268,61m. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa satuan batuan di daerah ini dapat dipisahkan Tanah penutup (S), endapan dataran banjir (FP), endapan cekungan banjir (FB), endapan alur Sungai Purba), endapan pasir dataran pantai (B), endapan pasir pematang pantai (BS), endapan rawa bakau (SW), endapan paya (LG), koral / reef (Q), endapan laut dangkal (SM), endapan volkanik / (V), endapan pre-Holosen (pHs). Secara vertikal kombinasi urut-urutan lingkungan pengendapan tersebut menghasilkan 16 tipe penampang. Hasilnya beberapa fenomena geologi dapat diamati seperti adanya perulangan lingkungan endapan rawa, satu indikasi daerah yang mengalami penurunan secara perlahan lahan. Kehadiran endapan volkanik muda berupa tuf dapat ditafsirkan sebagai hasil aktivitas Gunung api Muria paling Muda. Indikasi proses-proses progradasi atau retrogradasi garis pantai ditunjukkan oleh proporsi mangrove yang perlahan-lahan semakin berkurang sementara polen-polen grassland semakin meningkat. Dari kedalaman 150 cm, kecenderungan perubahan itu berbalik yaitu proporsi polen-polen mangrove semakin bertambah sementara polen-polen grassland semakin berkurang. Secara umum kondisi cekungan sedimen pada saat proses pengendapan adalah dalam kondisi tenang (stabil). Dengan demikian abrasi tidak berhubungan dengan kegiatan tektonika.


Kata kunci : Dinamika kuarter, retrogradasi, progradasi, kondisi tenang

Downloads

Download data is not yet available.

References

Caratini C., Tissot C., 1988. Paleographical evolution of Mahakam Delta in Kalimantan, Indonesia during the Quaternary and Late Pliocene. Review of Paleobotany and Palynology. 55, p.217-228

Cohen, K.M., Gouw, M.J.P., Holten, J.P., 2003. Fluvio-deltaic floodbasin deposits recording differential subsidence within a coastal prism (central rhine-meuse delta, The Netherlands. Dalam Blum, M.D., Marriott, S.B. dan Leclair, S.F. (eds.), Fluvial Sedimentology vii. Int. Assoc. of Sedimentologist, Blackwell Scientific: 40-68.

Bronto S., dan Sri Mulyaningsih., 2007. Gunung api maar di Semenanjung Muria. Jurnal Geologi Indonesia. v.2 , no.1: 43-54.

Dickinson, W.R. 1974. Plate Tectonics and Sedimentation. In Dickinson, W.R. ed. Tectonics and Sedimentation: 1-27. Society of Economic Paleontologists and Mineralogists, Tulsa.

Lumban Batu, U.M., Suyatman Hidayat, Woro Sri Sukapti, dan Emma Yan Patriani, 2013. Laporan Akhir Pemetaan Geologi Kuarter Skala 1 : 50.000 Lembar Jepara, Jawa Tengah. Laporan intern, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Bandung (Tidak diterbitkan)

Mason, O.K., 1990. Beach Ridge Geomorphology of Kotzebue Sound: Implications or Paleoclimatology and Archeology. PhD Dissertation, University of Alaska, 262 p.

Mallard, D., Hays, W., and Serva, L., 1991. Earthquake and associated topics in relation to NPP siting. Revision I. Code of Practice. Safety Standard Series 50-SG-S1, IAEA, 70 p.

Mitchell, A.H.G. & Reading, H.G., 1986. Sedimentation and Tectonics. In Reading, H.G. ed. Sedimentary Environments and Facies Second Edition, Blackwell Science, Oxford: 471-519.

McBirney, A.R., Serva, L., Guerra, M., and Connor, C.B., 2003. Volcanic and seismic hazards at a proposed nuclear power site in Central Java. J. Volc. and Geoth. Res. 126: 11-30.

Miall, A.D. 1990. Principles of Sedimentary Basin Analysis - Second Edition. Springer Verlag, New York.

Murray, J.W., 2008. Ecology and Applications of Benthic Foraminifera. Cambridge University Press, New York.

Otvos E.R., 1999. Beach ridges — definitions and significance. Gulf Coast Research Laboratory and USM Department of Coastal Sciences, Ocean Springs, MS 39566-7000, USA, Elsivier.

Phleger, F.B. dan Parker, F.L., 1951. Ecology of Foraminifera Northwest Gulf of Mexico,Part II. Foraminifera Species. The Society of America Memoir 46.

Reineck, H.E.,and I.B. Singh 1973. Depositional Sedimentary Environment. Springer-Verlag Berlin Heidelberg New York.

Serva, L., 2001, Siting of high risk industrial facilities: the role of natural phenomena such as earthquakes. Proceed. of the European Conference on Safety and Reliability, ESREL 2001, Turi. 2: 1257-1264.

Soeka, S., Suminta., Thayib, E. And Sudjaah, T., 1980. Neogen Benthic Foraminiferal Biostratigraphy and Datum-Planes of East Java Basin. Sci. Contr., No. 1, Lemigas, Jakarta.

Suwarti T., dan R. Wikarno., 1992. Peta Geologi Lembar Kudus Skala 1 : 100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung.

Downloads

Published

2014-02-20